23 Disember 2009

DARI JENDELA SEPI

Tidak dapat ku mengerti
Hatiku menangis dalam tawa orang ramai
Hatiku pedih dalam riang teman-teman

Tidak dapat ke mengerti
Kenapa sering aku dilanda ribut perasaan
Sedang aku perlu tabah
Melalui.. walau ramai yang sering mengata

Biarlah aku di sini
Membuang pandangan dari jendela sepi.


Ibrahim
Universiti Malaya

4 ulasan:

Anuar Manshor berkata...

Kau kesepiankah?

NURA berkata...

salam sobat
puisinya menyayat hati,,hi,hi
merasa sepi itu,,dikala ada sesuatu yang tidak berkenan dihati.
ada apa sobat?

Cikgu Ibrahim berkata...

Anuar,
Banding dengan tempat kerja dulu memang di UM ni selalu sepi.

Cikgu Ibrahim berkata...

Sahabat yang jauh NURA,
Terasa melewati hujung tahu ini terlalu banyak air mata yang tumpah. Entah kenapa, sukar dimengerti.